Pelatih polis wanita dedahkan kemaluan mereka dimasukkan 2 jari Untuk memastikan anak dara atau isteri orang

Pelatih polis wanita dedahkan kemaluan mereka dimasukkan 2 jari Untuk memastikan anak dara atau isteri orang

“Tuan Sakit Tuan !! Pelan-Pelan Sikit… Ehmmmmm”

MENGEJUTKAN..!! Terkantoii jugak akhirnya.. Inilah luahan hati polis pelatih wanita saat menjalani ujian ‘Cucuk 2 Jari’ yang memang tidak sepatutnya di buat..

Gambar hiasan

Image result for Pelatih polis wanita dedahkan kemaluan mereka dimasukkan 2 jari Untuk memastikan anak dara atau isteri orang

Siapa Sanggup Jadi Polis, Rekrut Polis Wanita Terpaksa Jalani Ujian Cucuk 2 Jari Dalam Kemaluan bagi Pelatih Wanita, Aktiviti antarabangsa telah mendesak pihak berkuasa Indonesia memansuhkan ujian anak dara untuk wanita yang ingin menyertai pasukan polis di negara itu. KANTOI!! Pelatih Polis Wanita Buat Pendedahan Terpaksa Menjalani Ujian “CUCUK 2 JARI.”!. Apa kes Ni. Seperti mencabuli hak kewanitaan ni. Mintak-mintak dekat Malaysia tidak sampai ke tahap ini.

Human Right Watch (HRW) manyatakan peraturan mewajibkan pemohon harus memeriksa sama ada masih dara atau belum berkahwin sebagai pra syarat untuk menjadi anggota polis perlu dimansuhkan.

Wanita Indonesia yang ditemubual oleh mereka mengakui bahawa mereka terpaksa melalui ujian membuktikan mereka masih dara sebagai sala satu syarat untuk menyertai pasukan keselamatan itu.

Ujian berkenaan mewajibkan pemohon berb0gel di depan sepasukan pegawai yang kemudiannya memasukkan dua jari dalam kemaluan pemohon.

Jurucakap HRW, Nisha Varia menyatakan ujian dua jari itu harus dihentikan serta merta kerana ia mengabaikan dan menjatuhkan maruah wanita.

Gambar hiasan

“Polis di Jakarta harus memansuhkan ujian ini dan mengambil tindakan susulan untuk memastikan semua markas Polis yang lain mengambil tindakan yang sama,” katanya.

sumber: miloopanas

Artikel lain…

Hanya Dihuni Kaum Wanita, Suku Kaum Ini Guna Cara Ngeri Untuk Hamil

Selama ini suku wanita yang semuanya dihuni oleh wanita, seakan hanya menjadi legenda semata.

Hanya Dihuni Kaum Wanita, Suku Kaum Ini Guna Cara Ngeri Untuk Hamil Bak film Wonder Woman, sebuah suku wanita disebuah pulau. Mereka hidup bersama, berjuang bersama. Namun benarkah itu ada dan bukan sekedar legenda?

Ternyata keberadaan suku itu benar adanya.

Lantas bagaimana mereka bertahan, bagaimana juga mereka hamil untuk mempertahankan keturunan.

Sebuah hutan di Amazon sebagai hutan hujan tropis terbesar di dunia rupanya menyimpan rahasia tersebut. Di dalam hutan lebat terdapat sebuah suku wanita yang mereka masih tidak terpengaruh dunia luar apalagi modern.

Itu adalah murni sebuah suku wanita, wanita-wanita yang mandiri, tidak membolehkan kaum pria mengintervensi urusan mereka. Mereka melarang laki-laki termasuk bayi laki-laki tinggal dan berbaur dengan suku tersebut.

Bahkan yang membuat mereka begitu perkasa, rata-rata semua wanita pandai bertarung dan seorang prajurit. Namun ada satu hal yang menarik dari suku ini.

Kerana ketika seorang prajurit sudah masuk usia menikah, mereka malah harus berjuang terlebih dahulu.

Wanita-wanita itu akan diminta mengintai suku lain yang ada kaum pria.

Mereka mencari pria perkasa dan saatnya tiba mereka akan menyerang kaum tersebut dan menculik pria yang sudah mereka incar.

Pria itu kemudian diculik dan dijiadikan suami ‘satu malam’ hanya untuk membuat wanita-wanita suku tersebut hamil. Ketika positif hamil, pria-pria yang diculik dikembalikan kepada suku mereka.

Namun sayangnya, jika yang lahir laki-laki bayi tersebut akan dibuang di hutan.

Namun, jika wanita, akan dirawat dan dibesarkan, menempanya menjadi seorang prajurit yang ahli dalam perang.

source: tribunnews

Artikel berkaitan suku kaum…
SEMUA ISTERI MASYARAKAT INI TERNYATA MEMBOLEHKAN ADIK ATAU AKAK PEREMPUAN MEREKA UNTUK MEMBERIKAN SERVIS KE SUAMINYA SAAT MEREKA SEDANG HAMIL

Banyak kabar angin mengatakan yang masyarakat Haiti adalah masyarakat yang cukup terbuka, termasuk penduduk asli yang ada di pedalaman Haiti tapi tidak pernah menyangka yang mereka akan seterbuka ini!

Bahkan seorang lelaki yang isterinya sedang hamil boleh mendapat “layanan baik” yang seperti ini.

Jadi kalau seorang lelaki memiliki isteri yang hamil kandungan sudah cukup besar sehingga suami isteri ini tidak boleh “bermain di ranjang”, si isteri harus mencari cara supaya suaminya bisa melampiaskan nafsunya.

Alasan inilah yang akhirnya menciptakan sebuah kebudayaan yang tidak tertulis iaitu, setiap wanita yang usia kehamilannya sudah cukup besar boleh meminta kakak kandung atau adik kandungnya yang wanita untuk “melayani” suaminya ini.

Artikel berkaitan…

Berlainan Kisah yang Berlaku di China yang Mana Seorang Bayi yang Terlahir Tanpa Kehadiran Orang Tuanya, Namun Dia Telah Mendapat Ibu Angkat Spesel yang Berhasil yang Bukan di Kalangan Manusia.

Tak lama selepas melahirkan anaknya, ibu ini meninggal kerana sakit. Sang ayah yang juga memiliki penyakit otak dan juga mengalami masalah mental tidak mampu berbuat apa-apa. Ditambah kenyataan isterinya yang telah meninggal dunia membuat dirinya semakin parah.

Nasib baik, di kelurga rumah mereka masih ada seorang atuk yang telah berusia 80 tahun yang memikul tanggung jawab untuk mengurus anak tersebut: “Dia adalah cucu saya, saya yang akan mengurusnya!” Tapi saat anak itu mau diberikan susu, keluarga mereka sama sekali tidak memiliki wang untuk membeli susu formula.

Bayi itu menangis meronta-ronta kehausan meminta susu, sampai-sampai atuknya terpaksa melakukan hal ini!

Atuk itu tidak punya cara selain mencari seekor kambing untuk dijadikan ibu angkatnya. Ia pun pergi ke tetangga sebelah meminta mereka menjual seekor kambing betina kepada dirinya

Kebudayaan seperti ini memang sangat susah diterima oleh masyarakat sekarang. Tapi apakah hal seperti ini manusiawi atau tidak, ini akan menjadi perdebatan yang cukup panjang. Gimanapun juga, budaya ini sudah berjalan dalam waktu yang sangat amat lama.

Mereka pun tak sanggup melihat orang tua yang malang ini dan akhirnya mereka dengan ikhlas menyumbangkan seekor kambing kepada orang tua itu tanpa sesenpun.

Orang tua itu tidak enak hati menerima sesuatu secara percuma tanpa memberikan balasan, ia pun merogoh kocek wang beberapa ratus yuan yang ada di kantongnya untuk membayar mereka.

Setiba di rumah, dia segera mencuci puting susu dan bersiap-siap memerah susu, tapi terbesit dibenaknya, bagaimana caranya ia memerah susu tanpa pernah melakukannya sekalipun? Cuba demi cubaan yang dilakukannya pun menemui jalan buntu.

Di sisi lain dengan keadaan tangisan cucunya semakin keras, orang-orang yang di samping mengatakan: “Baringkan je kambing tu bagi budak tu isap terus!”

Tak disangka cucunya pun langsung mengisap susu dari kambing itu, sebentar saja sudah kenyang, dan tertidur pulas dengan puting susu yang masih menempel di mulut.

Sejak saat itu, anak itu sudah seperti anak dari kambing itu, disaat dirinya lapar ia pasti mencari induknya. Lama-kelamaan muncul ikatan perasaan “ibu dan anak” yang sangat mendalam.

Padahal, awalnya atuknya khawatir anak ini tidak cocok dengan susu kambing, tak disangka cucunya tidak repot sama sekali atau bahkan jatuh sakit, seterusnya tumbuh dengan baik-baik saja, dan akhirnya atuknya juga ikut tenang.

Sekarang anak itu sudah berumur 2 tahun, sudah tidak butuh asupan ASI lagi. Atuk tua itu berikrar bahwa kambing ibu angkat dari anak itu akan tetap dipelihara seterusnya, menjamin sisa-sisa hidupnya dapat berlalu dengan baik.

sumber : wayangkaki.com