“Rasulullah Tak Pakai Helmet Kenapa Saya Kena Pakai?” Tak Sangka Jawapan Polis Ini Buat Tok Imam Jadi BISU


Gambar Hiasan (Sumber Google)

Rasulullah Tidak Memakai Helmet Jadi Kenapa Saya Harus Memakainya?

Dalam menjalankan tugas sebagai mana kewajiban seorang polisi trafik untuk menjaga keselamatan awam atau pengguna jalan raya amatlah penting dan itu adalah tanggung jawab mereka.

Kena tengking,maki hamun adalah irama yang menjadi alunan musik yang mereka dengar setiap hari.padahal mereka hanya menjalankan tugas yang sebenarnya kebaikannya untuk anda sendiri.

Di sini telah berlaku satu kejadian yang cukup menarik dimana seorang yang nampak alim hanya mengenakan songkok putih dan berbaju putih layak sebagai seorang yang nampak kuat beragama berperang mulut dengan polis trafik akibat tidak memakai helmet ketika mengendarai motorsikal.

Yang menariknya dalam pertengkaran mulut tersebut,Pengguna motorsikal tersebut memetik nama Rasullulah sebagai alasan mengapa beliau tidak perlu memakai helmet ketika mengendarai motorsikal.

Berikut perbualannya.

Polis : maaf boleh saya melihat lesen Tok Imam?

Tok Imam : apa kesalahan saya?

polis : Tok Imam tidak memakai helmet

Tok Imam : saya tidak akan mengenakan helmet sebab itu bukan sesuatu yang wajar di agama saya.

polis : maksud Tok Imam?

Tok Imam : Rasulullah tidak pakai helmet,jadi jangan paksa dan minta kepada saya untuk memakai sesuatu yang tidak dikenakan beliau

polis : tapi setahu saya,rasulullah tidak mengendarai motor,saya ada satu soalan sederhana,kalau zaman nabi ada motor apakan Tok Imam yakin Rasulullah tidak akan pakai helmet?

Tok Imam : tersentak dan terdiam.

polis : Tok Imam dengan mudahnya mengharamkan yang Tok Imam benci,tapi menghalalkan yang Tok Imam sukai, seolah Tok Imam penentunya,saya percaya bahwa Rasulullah lebih menyukai ummatnya yang melindungi kesehatannya dan menjaga dirinya serta keluarganya.

Tok Imam : apa maksud tuan,apakah karena tidak memakai helmet saya tidak melindungi keluarga saya?

polis : ohh,sudah tentu Tok Imam, sebab jika terjadi hal buruk kepada pakcik akibat tidak memakai helmet,apakah keluarga Tok Imam tidak menerima akibatnya? bagaimana dengan perasaan takut dan tertekan yang akan mereka rasakan,siapa nanti yang akan mengurus dan menafkahi mereka?

pakcik : Allah akan menafkahi mereka

polis : Melalui apa dan siapa? bukankah rezeki yang diberikan Allah akan melewati orang lain? begitu halnya dengan keluarga Tok Imam,mereka menerima rezeki dari Allah melalui Tok Imam, jika Tok Imam mati akibat kemalangan,besar kemungkinan rezeki mereka akan melalui orang lain,bisa jadi ayah tiri,apakah Tok Imam ikhlas dengan semua itu.

Tok Imam : sekali lagi terdiam seolah apa yang dikatakan polis trafik itu mempunyai fakta yang kuat akan kebenarannya,dimana pada akhirnya Tok Imam tersebut mengeluarkan lesen dan ic untuk di saman karena tdak memakai helmet ketika mengendaria motor di jalan.

polis : Melindungi diri sama halnya dengan melindungi keluarga sendiri mungkin nampak remeh dengan sebuah helmet,tapi cuba Tok Imam bayangkan perasaan tidak susah hati yang di rasai oleh isteri,ibu,ayah,anak.saat meraka melihat kepala kita di lindungi oleh helmet. Kita tidak akan mendapat kasih sayang seperti mereka dari manusia lain maka dari itu cintailah keluarga anda hari ini saya tidak menyaman Tok Imam, anggaplah nasihat saya sebagai surat saman bagi Tok Imam.

#Nota: Oleh itu janganlah kita mudah merendahkan orang lain walaupun kita rasa kita bijak dan berilmu. Jangan juga kita sengaja mengeluarkan hujah-hujah palsu bagi menghalalkan perlakuan kita. Semoga kita mengambil iktibar daripada kisah ini.

Mohon Share Semoga Bermanafaat Dan Paham..

Seterusnya….

6 Petanda Bermula 100 Hari Sebelum Tibanya Sakaratul Maut. Mohon Sebarkan Untuk Kebaikan..

Artikel ini di ambil dari sumber di internet. Sila rujuk link yang diberikan di akhir artikel untuk ke sumber asal. Terima kasih kerana membaca.

“Bahawa malaikat maut memerhati wajah setiap manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari.Ketika Izrail datang merenung wajah seseorang, didapati orang itu ada yang sedang gelak ketawa. Maka berkata Malaikat Maut : Alangkah hairannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah Taala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih berseronok-seronok bergelak ketawa.” Sabda Nabi Muhammad S.A.W.

Tanda-Tanda Kematian Menurut Islam

Seratus Hari Sebelum Hari Kematian

Ini adalah tanda pertama dari Allah SWT kepada hambanya dan hanya akan disadari oleh mereka-mereka yg dikehendakinya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini, hanya apakah mereka sadar atau tidak saja. Tanda ini akan berlaku lazimnya setelah waktu Asar. Seluruh tubuh mulai dari ujung rambut sampai ke ujung kaki akan mengalami getaran, seakan-akan menggigil.

Contohnya seperti daging sapi/kambing yang baru disembelih, dimana jika diperhatikan dengan teliti kita akan mendapati daging tersebut seakan-akan bergetar. Tanda ini rasanya nikmat, dan bagi mereka yang sadar dan berdetak di hatinya bahwa mungkin ini adalah tanda kematian maka getaran ini akan berhenti dan hilang setelah sadar akan kehadiran tanda ini.

Bagi mereka yang tidak diberi kesadaran atau mereka yang hanyut dengan kenikmatan tanpa memikirkan soal kematian , tanda ini akan lenyap begitu saja tanpa ada manfaat. Bagi yang sadar dengan kehadiran tanda ini maka ini adalah peluang terbaik untuk memanfaatkan masa yang ada untuk mempersiapkan diri dengan amalan dan urusan yang akan dibawa atau ditinggalkan sesudah mati.

Empat Puluh Hari Sebelum Hari Kematian

Tanda ini juga akan terjadi sesudah waktu Asar. Bagian pusat kita akan berdenyut-denyut. Pada ketika ini daun yang tertulis nama kita akan gugur dari pohon yang letaknya di atas Arash Allah swt. Maka malaikat maut akan mengambil daun tersebut dan mulai membuat persediaannya ke atas kita antaranya adalah ia akan mulai mengikuti kita sepanjang waktu.

Akan terjadi malaikat maut ini akan memperlihatkan wajahnya sekilas dan jika ini terjadi, mereka yang terpilih ini akan merasakan seakan-akan bingung seketika. Adapun malaikat maut ini wujudnya cuma seorang tetapi kuasanya untuk mencabut nyawa adalah bersamaan dengan jumlah nyawa yang akan dicabutnya.

Tujuh Hari Sebelum Hari Kematian

Adapun tanda ini akan diberikan hanya kepada mereka yang diuji dengan musibah sakit di mana orang sakit yang tidak makan secara tiba- tiba dia berselera untuk makan.

Tiga Hari Sebelum Hari Kematian

Pada masa ini akan terasa denyutan di bahagian tengah dahi kita iaitu diantara dahi kanan dan kiri. Jika tanda ini dapat diketahui/ dipahami maka berpuasalah kita setelah itu supaya perut kita tidak mengandungi banyak najis dan ini akan memudahkan urusan orang yang akan memandikan kita nanti.

Ketika ini juga mata hitam kita tidak akan bersinar lagi dan bagi orang yang sakit hidungnya akan perlahan-lahan turun, dan ini dapat diketahui jika kita melihatnya dari bahagian sisi. Telinganya akan layu dimana bahagian ujungnya akan berangsur-angsur masuk ke dalam. Telapak kakinya yang terlunjur akan perlahan-lahan jatuh ke depan dan sukar ditegakkan.

Satu Hari Sebelum Hari Kematian

Akan berlaku sesudah waktu Asar di mana kita akan merasakan satu denyutan di sebelah belakang iaitu di bahagian ubun-ubun di mana ini menandakan kita tidak akan sempat untuk menemui waktu Asar keesokan harinya.

Tanda akhir

Akan berlaku keadaan di mana kita akan merasakan satu keadaan dingin di bahagian pusat dan akan turun ke pinggang dan seterusnya akan naik ke bahagian halkum. Ketika ini hendaklah kita terus mengucap kalimah syahadah dan berdiam diri dan menantikan kedatangan malaikatmaut untuk menjemput kita kembali kepada Allah SWT yang telah menghidupkan kita dan sekarang akan mematikan pula.

Bersiap siaplah, hari itu pasti akan datang! Sudah siapkah bekal kita?

Wallahu a’lam